AKRA Jadikan JIIPE Mesin Pertumbuhan Baru, Ekspansi ke LNG Hingga Energi Surya

RollingStock.ID – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjadikan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) sebagai mesin pertumbuhan baru dengan memperluas ekosistem kawasan dari industri dan pelabuhan terintegrasi ke bisnis energi, termasuk pengembangan infrastruktur LNG dan energi surya.
Menurut Presiden Direktur AKRA, Haryanto Adikoesoemo saat Public Expose secara daring, Selasa (8/9), perjalanan AKRA dibangun melalui pengembangan kapabilitas secara bertahap. “Perjalanan AKR menunjukkan bagaimana perseroan membangun kapabilitas secara bertahap, mulai dari perdagangan kimia dasar, pengembangan jaringan infrastruktur dan distribusi, hingga pengembangan JIIPE sebagai kawasan industri dan pelabuhan terintegrasi,” ujarnya.
Dia menyampaikan, setiap langkah tersebut dibangun dari kompetensi yang telah dimiliki AKR, didasarkan pada kebutuhan pelanggan dan dijalankan bersama mitra yang memiliki keahlian di bidangnya. Pengembangan JIIPE menjadi bagian dari strategi AKRA untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru melalui utilitas industri, layanan pelabuhan, terminal LNG, energi terbarukan berupa solar panel, serta bisnis SPBU dan avtur.
Lebih lanjut Haryanto menegaskan, sejumlah bisnis tersebut ditempatkan AKRA sebagai sumber pertumbuhan berikutnya. Salah satu pengembangan utama adalah infrastruktur LNG, pada tahun ini perseroan menandatangani perjanjian kerjasama usaha dengan BW FSRU VII, anak perusahaan tidak langsung dari BW LNG, serta kontrak pembangunan kapal dengan HD Hyundai Heavy Industries Co Ltd di Ulsan, Korea Selatan.
Proyek tersebut mencakup FSRU berkapasitas 170.000 meter kubik dan terminal LNG dengan kapasitas 4 juta ton per tahun. FSRU ditargetkan mulai beroperasi pada Semester II-2029. Pengembangan LNG ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan energi ekosistem industri JIIPE. Haryanto menyebutkan, JIIPE memiliki captive market dari tenan yang sudah ada maupun tenan di masa depan, sedangkan pembangunan LNG receiving terminal untuk menjamin pasokan energi.
Selain LNG, AKRA menyiapkan pengembangan energi surya melalui rencana pembangunan floating solar panel. Infrastruktur energi JIIPE juga mencakup izin usaha penyediaan tenaga listrik hingga 515 megawatt, dengan pasokan dari jaringan listrik nasional PLN sebesar 500 megawatt dan PLTG sebesar 23 megawatt.
Dari sisi ekosistem industri, JIIPE mencakup klaster tembaga dan logam, kaca dan bahan kimia, dengan kepemilikan pelabuhan terintegrasi yang mendukung pengangkutan bahan baku dan barang olahan hingga ke pasar luar negeri. Pengembangan ekosistem ini antara lain didukung investasi Xinyi Solar senilai USD700 juta untuk produksi kaca floating solar panel dan kaca solar panel dengan luas total 98,5 hektare.
Sementara itu, Golden Elephant membeli sejumlah bidang tanah di JIIPE pada April dan Desember 2025 untuk membangun dan mengoperasikan fasilitas produksi melamin, asam nitrat dan amonium nitrat.
Haryanto menyampaikan, ada tiga katalis yang akan membentuk peluang pertumbuhan AKRA di masa mendatang, yakni berlanjutnya hilirisasi dan pertumbuhan kegiatan industri, kebutuhan memperkuat ketahanan energi melalui infrastruktur penyimpanan dan distribusi andal, serta peralihan bertahap menuju sumber energi yang lebih beragam.
Merespons peluang tersebut, AKRA akan memperkuat bisnis perdagangan dan distribusi BBM, serta kimia dasar melalui pertumbuhan volume yang selektif, keandalan pasokan dan optimalisasi jaringan. Perseroan juga akan mempercepat pengembangan dan monetisasi JIIPE melalui penjualan lahan, aktivitas pelabuhan dan peningkatan permintaan utilitas.
“Ke depan, AKR akan terus menjaga keandalan pasokan dan layanan, memperkuat keunggulan operasional, serta mengembangkan JIIPE secara bertahap dan disiplin. Kami juga akan terus mendukung program pemerintah dalam hilirisasi industri, ketahanan energi dan transisi energi sesuai dengan kapasitas perseroan,” papar Haryanto. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary