BBCA dan BBRI Tertekan, IDXFINANCE Melemah 0,32% di Saat IHSG Sesi I Turun 0,14%

RollingStock.ID – Saham BBCA dan BBRI mengalami tekanan pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sesi I, Kamis (10/9), sehingga indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) tercatat melemah 0,32 persen ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun 0,14 persen ke level 6.668.
Berdasarkan data perdagangan di BEI, BBCA sebagai emiten dengan market cap terbesar di IDXFINANCE maupun BEI senilai Rp787 triliun, harga sahamnya terpantau merosot 1,15 persen ke level 6.450. Sementara itu, BBRI yang merupakan emiten dengan market cap terbesar kedua di sektor keuangan senilai Rp505 triliun, sahamnya melorot 1,46 persen ke level 3.370.
Selain BBCA dan BBRI, sejumlah saham perbankan yang menjadi konstituen IDXFINANCE juga bergerak melemah. BMRI sebagai emiten dengan market cap terbesar ketiga di sektor ini senilai Rp403 triliun, harga sahamnya melemah 0,46 persen ke level 4.370. BBNI dengan market cap Rp140 triliun, harga sahamnya melemah 0,26 persen ke level 3.810.
Lalu, BRIS dengan market cap Rp80,8 triliun mengalami penurunan harga saham sebesar 0,28 persen ke level 1.770. Sementara itu, BBTN dengan market cap Rp16,8 triliun, harga sahamnya tercatat stagnan di posisi 1.220. Adapun saham di IDXFINANCE yang mencatatkan koreksi paling dalam adalah POLA (-9,9%) dan ASMI (5,9%).
Pelemahan IDXFINANCE masih berada di bawah indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) yang terpantau anjlok 0,56 persen. GIAA sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor transportasi senilai Rp27,2 triliun, harga sahamnya tercatat melemah 1,47 persen ke level 67.
Setelah GIAA, saham ELPI yang memiliki market cap sebesar Rp6,95 triliun mengalami koreksi harga saham hingga 3,9 persen ke level 730. Sementara itu, saham yang mengalami pelemahan paling besar di IDXTRANS, yakni GTRA (-3,9%) dan tercatat juga ELPI sebagai saham dengan koreksi terdalam kedua di sektor ini.
Selanjutnya, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) merosot 0,48 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada saham SOHO (-5,3%) dan RSGK (-4,1%). indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) melemah 0,28 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada UDNG yang mengalami ARB (-9,6%) dan TAPG (-4,9%).
Sementara itu, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) terpantau menguat 0,14 persen, dengan kenaikan paling tinggi terjadi pada saham NIRO (+9,7%) dan MSIE yang mencatatkan ARA (+9,5%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) melejit 0,22 persen, dengan peningkatan tertinggi terjadi pada saham KIOS (+12,9%) dan WIRG (+5,5%).
Kemudian disusul indeks sektor dasar (IDXBASIC) yang meningkat 0,29 persen, dengan penguatan terbesar terjadi pada saham ALKA yang mengalami ARA (+9,9%) dan FPNI (+4,5%). Berikutnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) menguat 0,34 persen, dengan kenaikan paling tajam terjadi pada ACST yang mencatatkan ARA (+9,4%) dan HADE (+8,3%).
Kemudian, indeks sektor energi (IDXENERGY) mencatatkan penguatan 0,62 persen, dengan kenaikan harga saham yang paling tinggi terjadi pada SEMA (+10,7%) dan CUAN (+8%). Indeks sektor siklikal (IDXCYCLIC) meningkat 0,67 persen, dengan penguatan terbesar terjadi pada saham MGNA yang mengalami ARA (+34,7%) dan KPIG (+28,8%).
Adapun indeks sektor industri (IDXINDUST) menjadi sektor dengan kinerja terbaik pada Sesi I, setelah menguat 0,77 persen. Pada sektor ini, ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar senilai Rp197 triliun, harga sahamnya menguat 0,82 persen ke level 4.890.
Lalu anak usaha ASII, yakni UNTR sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXINDUST senilai Rp100 triliun, harga sahamnya melonjak 3,65 persen ke level 26.950. Adapun saham di sektor ini mengalami kenaikan harga paling tinggi dialami JECC yang mengalami ARA (+25%) dan FOLK (+18,9%). (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
2 thoughts on “BBCA dan BBRI Tertekan, IDXFINANCE Melemah 0,32% di Saat IHSG Sesi I Turun 0,14%”