Kas Rp3 Triliun Tanpa Utang, MIKA Siap Ekspansi Rumah Sakit dan 2.257 Tempat Tidur

RollingStock.ID – PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) memiliki posisi keuangan yang kuat untuk mendukung ekspansi, dengan kas bersih mencapai Rp3,02 triliun dan tanpa utang pada semester I 2026. Bersamaan dengan itu, Perseroan memiliki potensi penambahan sekitar 2.257 tempat tidur, yang terdiri dari sekitar 1.400 tempat tidur dalam rencana pengembangan dan sekitar 857 tempat tidur tambahan di rumah sakit yang telah beroperasi per 30 Juni 2026.
Menurut Presiden Direktur MIKA, Rustiyan Oen dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9), perseroan terus menjalankan strategi untuk meningkatkan kualitas pendapatan melalui penguatan komposisi pasien swasta, perluasan layanan spesialis dan peningkatan kompleksitas kasus klinis di seluruh jaringan rumah sakit.
“Strategi kami terus meningkatkan kualitas pendapatan melalui komposisi pasien swasta yang semakin kuat, perluasan layanan spesialis, serta peningkatan kompleksitas kasus klinis yang ditangani di seluruh jaringan rumah sakit kami,” ujar Rustiyan.
Pada sisi keuangan, Rustiyan menyampaikan bahwa per akhir Semester I-2026 MIKA membukukan kas bersih mencapai Rp3 triliun dan tanpa utang, yang dana ini mampu memberikan fleksibilitas untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Dia menyebutkan, kondisi tersebut mendukung alokasi modal MIKA untuk pengembangan layanan spesialis dan teknologi medis canggih, pembangunan rumah sakit baru dan penambahan kapasitas layanan, pengembangan landbank strategis, serta menjaga fleksibilitas keuangan untuk mendukung ekspansi berkelanjutan.
Dalam rencana ekspansinya, MIKA sedang menyiapkan rumah sakit baru di Jakarta dan Jawa Timur. Site 1 yang berlokasi di Jakarta telah mencapai perkembangan pembangunan 80 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada Kuartal IV-2026, dengan kapasitas maksimum sebanyak 200 tempat tidur.
Sementara itu untuk Site 2 di Jawa Timur, perkembanganya sudah mencapai 60 persen dan ditargetkan beroperasi pada Kuartal I-2027, juga dengan kapasitas maksimum sebanyak 200 tempat tidur. Rustiyan berharap penambahan fasilitas ini mampu menghadirkan sekitar 400 tempat tidur baru dan memperluas jangkauan layanan perseroan.
Manajemen MIKA menyebutkan, saat ini terdapat tujuh site dalam rencana pengembangan MIKA, dengan total kapasitas tempat tidur dalam rencana mencapai 1.400 unit. Selain itu, terdapat potensi penambahan sebanyak 857 tempat tidur dari rumah sakit yang beroperasi per 30 Juni 2026. Dengan demikian, total potensi penambahan tempat tidur yang disebutkan manajemen mencapai 2.257 tempat tidur.
Guna mendukung ekspansi tersebut, MIKA menetapkan anggaran belanja modal (capex) 2026 mencapai Rp1 triliun. Pada perioden Januari-Juni 2026, sebesar 40 persen capex dialokasikan untuk pembangunan rumah sakit, sebesar 49 persen untuk peralatan medis, sebesar 4 persen untuk cadangan lahan dan 7 persen untuk kebutuhan lainnya.
Pada sisi kinerja, MIKA membukukan pendapatan Rp2,77 triliun pada Semester I 2026 atau bertumbuh 8 persen (year-on-year), EBITDA meningkat 7,4 persen menjadi Rp1,06 triliun dan laba bersih mengalami kenaikan 6,5 persen menjadi Rp728 miliar.
Ke depan, ujar Rustiyan, strategi pertumbuhan MIKA akan lebih fokus pada pengembangan layanan spesialis unggulan, peningkatan proporsi pasien swasta, serta optimalisasi pendapatan per pasien melalui penanganan kasus dengan tingkat kompleksitas lebih tinggi. Strategi ini didukung model layanan hub-and-spoke, pengembangan pusat layanan unggulan dan posisi keuangan perseroan. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary