BBCA dan BBRI Tertekan, IHSG Turun 0,25% ke 6.619 di Saat Sektor Industri Menguat

Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Saham BBCA dan BBRI tertekan pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (7/9), seiring dengan indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menjadi sektor dengan penurunan paling dalam. Kondisi ini turut menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melemah 0,25 persen ke level 6.619 di saat sektor perindustrian (IDXINDUST) menguat 1,25 persen.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXFINANCE tercatat menurun 0,76 persen. BBCA sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini maupun di BEI yang senilai sekitar Rp808 triliun, harga sahamnya terpantau merosot 1,12 persen ke level 6.625.

Selain itu, BBRI yang merupakan emiten dengan cap terbesar kedua di IDXFINANCE senilai Rp505 triliun, harga sahamnya juga tercatat menurun 0,59 persen ke level 3.370. Adapun dua saham yang mengalami penurunan paling dalam di sektor keuangan adalah SMMA (-5,8%) dan BSIM (-5,5%).

Berikutnya, indeks sektor barang baku (IDXBASIC) merosot 0,7 persen, terutama tertekan TPIA sebagai konstituen di sektor ini dengan market cap Rp170 triliun, yang harga sahamnya menurun 1 persen ke level 1.975. Lalu diikuti BRPT dengan market cap Rp165 triliun yang mengalami koreksi harga saham sebesar 1,12 persen ke level 1.770. Saham dengan pelemahan terbesar di sektor ini, yaitu ALKA (-6,2%) dan YPAS (-6%).

Selanjutnya, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) berakhir melemah 0,61 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham ZYRX (-3%) dan CYBR (-2,8%). Kemudian, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menurun 0,27 persen, dengan penurunan terdalam pada PPRO (-6,2%) dan ASPI (-4,3%).

Sementara itu, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) melemah 0,05 persen, dengan koreksi paling besar terjadi pada saham DATA (-3,4%) dan GMFI (-3,3%). Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) terpantau melemah tipis 0,04 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada AGAR mengalami ARB (-9,9%) dan UDNG (-7,7%).

Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) tercatat meningkat 0,03 persen, dengan kenaikan harga saham yang paling tinggi terjadi pada TAXI yang mengalami ARA di level 14 (+7,7%) dan LRNA (+4,6%). Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) menguat 0,08 persen, dengan peningkatan terbesar pada saham SHID yang mengalami ARA (+24,8%) dan MDIA (+15,7%).

Kemudian, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) terpantau melompat 0,82 persen, dengan kenaikan paling tinggi terjadi pada saham MEDS yang membukukan ARA (34,7%) dan HALO (+26,1%). Lalu diikuti indeks sektor energi (IDXENERGY) yang menguat 1,03 persen, dengan peningkatan terbesar pada saham SHIP (+15%) dan DOID (+9,3%).

Penguatan tertinggi dicatatkan indeks sektor perindustrian (IDXINDUST), yakni mencapai 1,25 persen. ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp198 triliun, harga sahamnya naik 0,2 persen ke level 4.910. Anak usahanya, UNTR dengan market cap terbesar kedua senilai Rp94,3 triliun, mengalami peningkatan harga saham sebesar 1,4 persen ke level 25.300. Dua saham yang mencatat kenaikan terbesar di IDXINDUST adalah FOLK (+17,6%) dan ICON (+16,2%). (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

1 thought on “BBCA dan BBRI Tertekan, IHSG Turun 0,25% ke 6.619 di Saat Sektor Industri Menguat”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *