Indeks Energi dan Kesehatan Jadi Penguat Terbesar, IHSG Ditutup Turun 0,12% di Sesi I

bei5
Ilustrasi – (Foto: Milva Sary/RollingStock)

RollingSsock.ID – Indeks sektor energi (IDXENERGY) dan indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) mencatat penguatan paling tinggi pada perdagangan Senin (7/9) Sesi I, sedangkan indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menjadi yang paling tertekan di saat IHSG ditutup melemah 0,12 persen ke level 6.628.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXENERGY tercatat menguat 1,61 persen atau mengalami kenaikan tertinggi di antara indes sektoral lainnya. BYAN sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini senilai Rp465 triliun, harga sahamnya menguat 1,27 persen ke level 13.975.

Sementara itu, CUAN sebagai konstituen IDXENERGY dengan market cap Rp106 triliun, harga sahamnya terpantau naik 0,53 persen ke level 945. Adapun dua saham di sektor energi yang membukukan kenaikan tertinggi adalah DOID (+6,8%) dan BUMI (+6,7%).

Berikutnya, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) melejit 1,53 persen, terutama ditopang KLBF sebagai pemilik market cap Rp39,9 triliun yang harga sahamnya meningkat 1,94 persen ke level 790. Diikuti SILO dengan merket cap Rp28,8 triliun yang mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 3,74 persen ke 2.220. Saham di sektor ini yang meraih peningkatan tertinggi adalah MEDS mengalami ARA (+34,7%) dan SOHO juga ARA (+24,9%).

Selanjutnya, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) terpantau menguat 0,47 persen, dengan kenaikan paling tinggi terjadi pada saham TAXI (+7,7%) dan LRNA (+7,6%). Kemudian, indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) meningkat 0,42 persen, dengan penguatan paling besar terjadi pada FOLK (+11,2%) dan KING mengalami ARA (+10%).

Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) tercatat 0,26 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada saham MSJA (+14,4%) dan BTEK mengalami ARA (+10%) ke level 11. Lalu, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) menguat 0,22 persen, dengan peningkatan terbesar terjadi pada ACST (+5,4%) dan MANG (+4,9%).

Pada sisi lain, indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) terpantau melemah 0,18 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham LUCY mengalami ARB (-9,4%) dan PTSP (-9%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) menurun 0,41 persen, dengan pelemahan terbesar pada saham ALKA (-8,7%) dan YPAS (-5,7%).

Kemudian, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) mengalami penurunan 0,43 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham VRNA (-6,9%) dan BSIM (-5,5%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) merosot 0,47 persen, dengan penurunan terdalam terjadi pada PGJO (-5,3%) dan BELI (-3,4%).

Sementara itu, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menjadi indeks sektoral dengan pelemahan terdalam, yakni sebesar 0,55 persen. MPRO sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp118 triliun, harga sahamnya melorot 3,25 persen ke level 11.900.

Lalu, PANI sebagai emiten pemilik market cap terbesar kedua di IDXPROPERT senilai Rp107 triliun, mengalami koreksi harga saham sebesar 1,66 persen ke level 5.925. Dua saham di indeks sektor properti dan real estat yang mencatatkan penurunan paling besar adalah PPRO (-6,2%) dan ROCK (-4,7%). (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

1 thought on “Indeks Energi dan Kesehatan Jadi Penguat Terbesar, IHSG Ditutup Turun 0,12% di Sesi I”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *