Surge (WIFI) Bidik 3,5 Juta Pelanggan, Andalkan Ekspansi FWA dan FTTH

Direktur PT Sinergi Solusi Digital Tbk (WIFI), Shannedy Ong (Kiri) – (Foto: RollingStock)

RollingStock.ID – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menargetkan jumlah pelanggan broadband mencapai lebih dari 3,5 juta pelanggan, dengan mengandalkan penambahan pelanggan dari layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) dan Fiber to the Home (FTTH). Untuk mengejar target tersebut, perseroan mempercepat ekspansi jaringan FWA sekaligus memperluas cakupan layanan FTTH.

Menurut Direktur WIFI, Shannedy Ong saat Public Expose Live 2026, Senin (7/9), jumlah pelanggan broadband WIFI telah mencapai 2,3 juta per 30 Juni 2026, yang terdiri dari 1,85 juta pelanggan FTTH dan sebanyak 513.000 pelanggan FWA. Shannedy mengatakan perseroan optimistis dapat mencapai target lebih dari 3,5 juta pelanggan melalui penambahan pelanggan pada kedua layanan tersebut.

“Kami harus mencapai lebih dari 3,5 juta pelanggan. Saya sangat meyakini bahwa kami bisa mencapai angka itu, baik dari sisi penambahan di FWA maupun dari sisi penambahan di FTTH. Untuk mencapai target di FWA, kami ada strategi baru dari sisi employment maupun dari sisi sales,” kata Shannedy.

Dari sisi FWA, WIFI telah mengoperasikan lebih dari 1.500 site hingga 31 Agustus 2026. Jumlah tersebut bertambah 400 site sejak 24 Juli 2026, dari sebelumnya 1.104 site. Jaringan FWA tersebut kini telah beroperasi pada delapan provinsi di Jawa, Maluku dan Papua, dengan dukungan enam mitra Radio Access Network (RAN).

WIFI menargetkan jumlah site FWA mencapai 5.500 hingga akhir 2026. Untuk mengejar target tersebut, emiten pemilik brand Surge ini mengandalkan skema Rumah Sahabat Internet Rakyat dengan melibatkan rumah tangga, toko dan masjid sebagai lokasi rooftop untuk perangkat FWA. Hingga 31 Agustus 2026, lebih dari 9.000 host telah menandatangani kerja sama dengan perseroan.

Shannedy menyampaikan, para host tersebut mendapatkan pembayaran Rp6 juta per tahun yang dibayarkan di muka, serta layanan Internet Rakyat (IRA) secara gratis selama masa kontrak, setelah lokasi memenuhi proses penyaringan teknis, legal dan komersial.

Selain memperluas jaringan, WIFI juga membangun kanal penjualan berbasis komunitas melalui program Sahabat IRA. Sejauh ini, lebih dari 5.000 agen telah bergabung. Shannedy mengungkapkan, proses pembangunan site tidak membutuhkan akuisisi lahan, pembangunan menara maupun penggalian, sehingga site dapat beroperasi dalam hitungan pekan.

Hingga akhir Agustus, lebih dari 4.500 unit radio telah terintegrasi untuk mendukung lebih dari 1.500 site yang sudah beroperasi. Dengan demikian, perangkat keras yang tersedia telah terlebih dahulu disiapkan dibandingkan jumlah site yang sudah diaktifkan.

Sementara itu, dari sisi FTTH, bisnis Starlite telah mencapai 3 juta homes passed dan diarahkan menuju 3,5 juta homes passed pada akhir 2026. Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi WIFI untuk menambah pelanggan FTTH sekaligus mendukung pencapaian target pelanggan broadband perseroan.

Strategi ekspansi tersebut menjadi bagian dari agenda eksekusi WIFI pada paruh kedua 2026, yang mencakup percepatan site FWA dan kanal komunitas, monetisasi basis pelanggan dan penyelesaian pipeline pendanaan. Shannedy menegaskan, perseroan menargetkan jumlah pelanggan gabungan FWA dan FTTH melampaui 3 juta pada akhir 2026. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *