BBHI Siapkan Rp300 Miliar untuk Buyback Saham di Saat Free Float Sebesar 14,02%

RollingStock.ID – PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) menyiapkan dana maksimal Rp300 miliar untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (2/9), saham BBHI tercatat menguat 2,86 persen ke level 900, sehingga nilai kapitalisasi pasarnya menjadi Rp19,3 triliun.
Berdasarkan keterangan resmi BBHI yang dipublikasikan di Jakarta, Rabu, 2 September 2026, buyback akan dilaksanakan melalui BEI dengan perkiraan periode 3 September hingga 2 Desember 2026. Pelaksanaan buyback saham ini akan dilakukan melalui satu Anggota Bursa.
Manajemen BBHI menyampaikan, dana untuk pelaksanaan buyback akan menggunakan saldo laba ditahan, dengan nilai alokasi dana maksimal Rp300 miliar. Manajemen menjelaskan, buyback dilakukan untuk memberikan fleksibilitas dalam menjaga stabilitas harga saham, agar lebih mencerminkan kinerja perseroan.
Saham yang diperoleh melalui buyback akan disimpan dan dikuasai sebagai saham treasuri untuk jangka waktu sesuai dengan ketentuan POJK No.29 Tahun 2023. Sejuah ini, emiten di bawah kendali PT Mega Corpora ini belum menetapkan harga pembelian terkait rencana buyback saham.
Namun, manajemen menegaskan bahwa buyback akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Rencana buyback ini dilakukan ketika kepemilikan masyarakat atas saham BBHI sebesar 14,02 persen. Saat ini perseroan memiliki sebanyak 121.354.000 saham treasuri.
Dengan market cap BBHI pada hari ini sebesar Rp19,3 triliun, maka nilai dana buyback sebesar Rp300 miliar tersebut setara dengan 1,55 persen dari kapitalisasi pasar perseroan. Jika saham yang dibeli dalam transaksi buyback merupakan saham free float, maka jumlah saham free float secara konseptual tentunya akan berkurang.
Manajemen BBHI menyampaikan, alokasi dana Rp300 miliar tersebut setara dengan 1,93 persen dari total aset perseroan, sehingga penggunaan dana tersebut tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha dan likuiditas bank milik pengusaha Chairul Tanjung ini.
Jika seluruh dana buyback digunakan, maka aset dan ekuitas perseroan masing-masing akan berkurang Rp300 miliar berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026. Kondisi ini bakal menyebabkan rasio kecukupan modal (CAR) akan menurun dari 66,35 persen menjadi 63,58 persen. Manajemen menegaskan, BBHI memiliki modal kerja dan dana kas yang cukup untuk membiayai kegiatan usaha, pengembangan usaha, kegiatan operasional, sekaligus pelaksanaan buyback. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary