Bhineka Inovasi (BIKE) Akuisisi 45% Saham Tambang Batu Bara, Cadangan Capai 86 Juta Ton

batubara
Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) melalui anak usahanya, PT Prambanan Nusantara Energi (PNE) resmi mengakuisisi 45 persen saham PT Sumber Bara Abadi, perusahaan tambang batu bara yang memiliki wilayah operasional seluas 4.909 hektare di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tambang itu memiliki cadangan batu bara mencapai 86 juta metrik ton dan ditargetkan memproduksi 4 juta metrik ton per tahun mulai 2029.

Mengutip isi surat BIKE kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dipublikasikan Senin (12/10), perseroan menyatakan bahwa akuisisi tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan kegiatan usaha dan sekaligus memperluas portofolio bisnis di bidang pertambangan.

Manajemen BIKE menyampaikan, Sumber Bara Abadi tercatat sebagai pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi dengan nomor SK 64/1/IUP/PMA/2017, berdasarkan data registri Minerba Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Wilayah operasional tambang mencakup Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Salah satu lokasi aktivitas pertambangannya berada di Desa Manunggal Daya, Kecamatan Sebulu.

BIKE memproyeksikan, pendapatan perusahaan sebesar USD84 juta dengan rata-rata produksi batu bara sebanyak 2 juta metrik ton per tahun. Perseroan menargetkan, peningkatan produksi menjadi 4 juta metrik ton per tahun mulai 2029.

Lebih lanjut manajemen BIKE mengungkapkan, akuisisi 45 persen saham Sumber Bara Abadi juga mencakup fasilitas pelabuhan, inventaris conveyor belt, kantor dan peralatan lainnya. Manajemen menambahkan, penguasaan aset pendukung ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat portofolio bisnis dan mengamankan rantai pasok.

Sekadar mengingatkan, akuisisi Sumber Bara Abadi dilaporkan sehari setelah BIKE menyampaikan pemberitahuan mengenai akuisisi 72 persen saham Berau Usaha Mandiri (BUM) melalui PNE. Adapun BUM memiliki area tambang seluas 500 hektare di Berau, Kalimantan Timur. Dari wilayah yang telah dieksplorasi seluas 400 hektare, BIKE mencatat cadangan terbukti batu bara mencapai 22 juta metrik ton.

Untuk BUM, manajemen BIKE menargetkan produksi 1,5 juta hingga 2,5 juta metrik ton per tahun. Langkah akuisisi ini juga disebut sebagai bagian dari strategi transformasi dan diversifikasi usaha di sektor energi.

Dengan demikian, Sumber Bara Abadi dan Berau Usaha Mandiri memiliki total cadangan batu bara sebanyak 108 juta metrik ton, dengan luas wilayah tambang gabungan mencapai 5.409 hektare. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *