BTN (BBTN) Berencana Terbitkan Surat Utang Rp2 Triliun di Saat LDR Capai 96,49%

RollingStock.ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) berencana menerbitkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 senilai Rp2 triliun di tengah meningkatnya rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) menjadi 96,49 persen per 30 Juni 2026 dari sebesar 91,28 persen pada 31 Desember 2025.
Mengutip Prospektus BBTN yang diterbitkan 16 September 2026, kenaikan LDR itu terjadi ketika penyaluran kredit meningkat, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) justru menurun. Kredit yang diberikan setelah dikurangi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) tercatat Rp344,71 triliun per 30 Juni 2026 atau meningkat 3,91 persen (y-t-d). Sementara itu, simpanan dari nasabah justru menurun 1,16 persen (y-t-d) menjadi Rp400,78 triliun.
Dengan kondisi tersebut, peningkatan LDR mencerminkan pertumbuhan kredit yang tidak diikuti pertumbuhan DPK. Dalam prospektus menyebutkan, LDR merupakan rasio kredit yang diberikan kepada pihak ketiga dalam rupiah dan valuta asing terhadap DPK yang mencakup giro, tabungan dan deposito, tidak termasuk dana antarbank.
Pada sisi pendanaan lainnya, BBTN juga mencatat peningkatan pinjaman yang diterima menjadi Rp51,76 triliun per 30 Juni 2026 dari Rp37,99 triliun pada 31 Desember 2025 atau membengkak 36,25 persen. Adapun liabilitas Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) bahkan meningkat menjadi Rp6,16 triliun dari Rp349,08 miliar alias membengkak 1.665,81 persen. Kondisi ini juga tercermin pada rasio total utang terhadap ekuitas yang meningkat menjadi 179,26 persen dari 113,21 persen pada akhir 2025.
Rencana penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 senilai Rp2 triliun terdiri atas dua seri. Seri A memiliki jumlah pokok Rp950 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,05 persen per tahun bertenor 370 hari. Sementara itu, Seri B memiliki jumlah pokok Rp1,05 triliun dengan tingkat bunga tetap 7,25 persen per tahun bertenor tiga tahun.
Manajemen BTN menyampaikan, dana hasil penerbitan surat utang tersebut —setelah dikurangi biaya emisi— akan digunakan untuk pembiayaan dan/atau pembiayaan kembali proyek sosial yang memenuhi kriteria, antara lain layanan infrastruktur dasar yang terjangkau, perumahan terjangkau, penciptaan lapangan kerja, pencegahan atau pengurangan pengangguran, pembiayaan usaha kecil dan menengah, serta pembiayaan mikro.
Lebih lanjut manajemen menyebutkan bahwa BBTN menargetkan sebesar 80 persen hingga 100 persen dana dialokasikan untuk pembiayaan baru, sedangkan refinancing maksimal 20 persen. Selain itu disebutkan pula, dana hasil penerbitan obligasi akan ditempatkan dalam rekening khusus dan dialokasikan untuk proyek sosial yang memenuhi syarat.
Sekadar informasi, Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 yang akan diterbitkan BBTN memiliki peringkat idAAA (Triple A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Obligasi juga tidak memiliki jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan BTN dan memiliki hak paripassu tanpa hak preferen dengan kreditur perseroan lainnya, kecuali kreditur yang memiliki jaminan khusus.
BBTN dijadwalkan melakukan masa penawaran umum pada 29 September-1 Oktober 2026, penjatahan 2 Oktober 2026, distribusi obligasi secara elektronik (Tanggal Emisi) pada 6 Oktober 2026 dan pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Oktober 2026. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary