EMAS Siapkan Rp2,52 Triliun untuk Fasilitas CIL, Kapasitas Pani Dibidik 12 Juta Ton Bijih Emas

RollingStock.ID – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melakukan transaksi material senilai RMB1,02 miliar atau setara Rp2,5 triliun untuk pengadaan mesin dan peralatan serta layanan konsultasi penunjang pembangunan fasilitas pengolahan Carbon-in-Leach (CIL) milik PT Pani Industri Nusantara (PIN).
Berdasarkan keterangan resmi EMAS yang diterbitkan di Jakarta, Senin (24/8), nilai transaksi tersebut mencapai RMB1,024 miliar. Nilai ini setara Rp2,5 triliun dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp2.459 per RMB pada 31 Maret 2026.
Transaksi dilakukan antara PIN sebagai pembeli dan Vision Green Energy (Beijing) Tech Co Ltd (VGE) sebagai penjual mesin dan peralatan, sekaligus penyedia layanan konsultasi penunjang. Peralatan, mesin dan layanan konsultasi tersebut akan digunakan untuk pembangunan fasilitas pengolahan CIL.
Perjanjian Jual Beli Bersyarat atas Peralatan dan Perjanjian Layanan Konsultasi Penunjang antara PIN dan VGE sudah berlaku efektif pada 21 Agustus 2026. Nilai transaksi tersebut setara 40,26 persen dari nilai ekuitas EMAS per 31 Maret 2026. Karena nilainya melebihi 20 persen dari nilai ekuitas, maka transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi material.
Manajemen EMAS menyampaikan, pengadaan fasilitas CIL tersebut merupakan bagian dari strategi EMAS melalui PIN untuk meningkatkan kapasitas pengolahan tambang emas Pani menjadi 12 juta ton bijih per tahun. Manjemen menegaskan, fasilitas ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan dan mendukung pencapaian target produksi perseroan.
KJPP Iskandar & Rekan selaku penilai independen telah memberikan opini kewajaran atas transaksi tersebut melalui laporan tertanggal 19 Agustus 2026. Dalam penilaiannya, objek transaksi tidak dapat dinilai sebagai aset, karena mesin dan peralatan tersebut perlu disediakan dengan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan PIN dan saat ini belum ada secara fisik.
Oleh karena itu, kewajaran nilai transaksi dihitung berdasarkan analisis kelayakan investasi atas penyediaan mesin dan peralatan, serta layanan konsultasi penunjang pembangunan fasilitas pengolahan CIL. Hasil analisis menunjukkan internal rate of return (IRR) lebih tinggi daripada tingkat diskonto weighted average cost of capital (WACC), sedangkan net present value (NPV) lebih besar dari nol.
Manajemen EMAS menambahkan, transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kondisi keuangan perseroan, namun diharapkan bisa memberikan nilai tambah melalui peningkatan efisiensi operasional maupun pengembangan kegiatan usaha. PIN merupakan perusahaan terkendali EMAS yang didirikan pada Januari 2025 dan memiliki kegiatan usaha di bidang industri logam dasar mulia.
Berdasarkan struktur permodalannya, PT Puncak Emas Tani Sejahtera memiliki 55 persen saham PIN, sedangkan PT Gorontalo Sejahtera Mining menguasai 45 persen saham. Sementara itu, VGE merupakan perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Republik Rakyat China yang berkedudukan di Beijing. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
2 thoughts on “EMAS Siapkan Rp2,52 Triliun untuk Fasilitas CIL, Kapasitas Pani Dibidik 12 Juta Ton Bijih Emas”