IDXINDUST Paling Tertekan, Sektor Energi Ikut Melorot di Saat IHSG Anjlok 1,88%

Ilustrasi – (Foto:Istimewa)

RollingStock.ID – Indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) mayoritas berakhir melemah pada penutupan perdagangan Kamis (8/10), dengan indeks sektor industri (IDXINDUST) menjadi yang paling tertekan setelah tersungkur 2,87 persen, sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup anjlok 1,88 persen ke level 6.031.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXINDUST menjadi indeks sektoral dengan penurunan paling dalam dari 11 indeks sektoral di BEI, yakni merosot 2,87 persen. ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp194 triliun, harga sahamnya justru tercatat menguat 0,42 persen ke level 4.800. Sebaliknya, UNTR sebagai emiten dengan maket cap terbesar kedua senilai Rp90,8 triliun, harga sahamnya melorot 3,94 persen ke level 24.350.

Sementara itu, IMPC yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXINDUST senilai Rp72,2 triliun, mengalami penurunan harga saham sebesar 1,87 persen ke level 1.315. Saham-saham di sektor ini yang mencatatkan pelemahan paling besar terjadi pada SINI (-10,4%) dan FOLK (-10,1%).

Berikutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) anjlok 2,77 persen pada penutupan perdagangan hari ini. BYAN sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor energi senilai Rp409 triliun, harga sahamnya melorot 2,19 persen ke level 12.275. Lalu, DSSA yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp211 triliun, harga sahamnya terperosok 2,65 persen ke level 1.100.

Adapun AADI sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXENERGY senilai Rp91,3 triliun, mencatatkan penurunan harga saham sebesar 3,1 persen ke level 11.725. Dua saham di sektor ini dengan koreksi harga paling dalam terjadi pada SEMA yang mengalami ARB (-14,7%) dan MBSS (-11,1%).

Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) tersungkur 2,55 persen, dengan penurunan harga saham terdalam terjadi pada ARKO (-8,9%) dan INET (-7,5%). Indeks sektor barang konsumen siklikal (IDXCYCLIC) anjlok 2,09 persen, dengan koreksi terdalam pada saham ENAK (-11,2%) dan BLTZ (-9,9%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) melorot 2,04 persen, pelemahan harga saham terbesar terjadi pada SQMI (-7,5%) dan AMMN (-6,4%).

Selanjutnya, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) merosot 1,22 persen, dengan penurunan harga saham paling signifikan terjadi pada ASMI (-9,1%) dan BEKS (-8,3%). Kemudian, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) tercatat menurun 1,08 persen, dengan pelemahan harga saham terbesar pada TRIN (-14,4%) dan TRUE (-9,4%).

Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) berakhir melemah 0,73 persen, dengan pelemahan harga saham paling tajam terjadi pada WMUU (-12,1%) dan JARR (-10,5%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menurun 0,37 persen, dengan koreksi harga saham paling dalam terjadi pada MLPT (-6,4%) dan RUNS (-5,4%).

Berbeda dengan mayoritas sektor lainnya, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) berhasil menguat 0,62 persen hingga penutupan perdagangan hari ini. Dua saham di sektor ini yang mencatatkan penguatan paling tinggi terjadi pada SAFE yang mengalami ARA (+24,8%) dan BLTA (+18,9%).

Adapun indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menjadi indeks dengan penguatan paling besar, yakni meningkat 0,7 persen. SRAJ sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp159 triliun, harga sahamnya menguat 0,58 persen ke level 13.000.

KLBF sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXHEALTH senilai Rp36,2 triliun, harga sahamnya melejit 2,65 persen ke level 775. Saham-saham di sektor ini yang membukukan kenaikan harga saham tertinggi ada pada PEVE yang mengalami ARA (+24,8%) dan OBAT (+4,9%). (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

1 thought on “IDXINDUST Paling Tertekan, Sektor Energi Ikut Melorot di Saat IHSG Anjlok 1,88%”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *