IDXTECHNO Anjlok 1,82%, GOTO Tertekan Saat IHSG Melemah 0,8% ke 6.097

bei
Ilustrasi – (Foto: RollingStock)

RollingStock.ID – Indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) mayoritas berakhir melemah pada penutupan Sesi I perdagangan Kamis (8/10), sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menurun 0,8 persen ke level 6.097. Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi indeks dengan penurunan paling dalam, dengan pelemahan GOTO mencapai 6,67 persen.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXTECHNO terpantau anjlok 1,82 persen pada penutupan Sesi I perdagangan hari ini. DCII sebagai emiten pemilik kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp475 triliun, harga sahamnya menurun tipis 0,03 persen ke level 199.475. Sementara itu, MLPT sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua senilai Rp42,4 triliun, mengalami koreksi harga saham sebesar 3,72 persen ke level 905.

Adapun GOTO sebagai salah satu konstituen IDXTECHNO dengan market cap Rp31,9 triliun, harga sahamnya anjlok 6,67 persen ke level 28. Dua saham di indeks sektor teknologi yang mengalami penurunan terdalam juga tercatat nama GOTO dan diikuti WIFI (-4,3%).

Berikutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) menjadi indeks sektoral dengan penurunan terdalam kedua, yakni sebesar 1,73 persen. BYAN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp410 triliun, harga sahamnya merosot 1,99 persen ke level 12.300. Lalu, DSSA sebagai pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp217 triliun, harga sahamnya terpantau stagnan di level 1.130.

Sementara itu, AADI sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXENERGY senilai Rp91,8 triliun, sahamnya melorot 2,48 persen ke level 11.800. Saham-saham di sektor ini yang mencatatkan pelemahan paling besar terjadi pada SEMA (-13,3%) dan MBSS (-8,9%).

Selanjutnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) tercatat melorot 1,5 persen, dengan penurunan harga saham paling tajam terjadi pada INET (-6%) dan ARKO (-5,7%). Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) merosot 1,05 persen, dengan koreksi terdalam terjadi pada saham PADA (-6,6%) dan NTBK (-5,6%).

Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) melemah 0,79 persen, dengan penurunan paling signifikan terjadi pada PACK (-6,4%) dan SQMI (-5,7%). Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) terkoreksi 0,6 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada TRUE (-10,9%) dan TRIN (-10,8%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menurun 0,51 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham POLA (-10%) dan STAR (-6,9%).

Kemudian, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) melemah 0,37 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham TGUK yang mengalami ARB (-9,3%) dan JARR (-9,3%). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) tercatat menurun tipis 0,05 persen, dengan koreksi harga saham yang paling dalam terjadi pada MEDS (-3,7%) dan IRRA (-2,1%).

Pada sisi lain, indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) menjadi salah satu dari dua indeks sektoral yang berhasil mencatatkan penguatan. IDXCYCLIC terpantau mengalami kenaikan tipis 0,08 persen, dengan penguatan paling besar terjadi pada saham BOGA (+22,8%) dan BIKE (+20,9%).

Adapun indeks yang meraih kenaikan paling tinggi terjadi pada indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS), yang meningkat 0,46 persen. GIAA sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp21,1 triliun, harga sahamnya stagnan di level 52. Namun, TMAS sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua senilai Rp7,3 triliun, harga sahamnya menguat 0,79 persen ke level 128.

Selain TMAS, kinerja positif IDXTRANS juga terjadi pada WBSA sebagai salah satu konstituen indeks sektor transportasi dengan market cap Rp5,33 triliun, yang harga sahamnya meningkat 0,82 persen ke level 615. Dua saham di sektor ini yang mengalami kenaikan harga paling signifikan terjadi pada SAFE yang mencatatkan ARA (+24,8%) dan PURA (+18,4%).

Secara keseluruhan, dari 11 indeks sektoral terdapat sembilan indeks berakhir melemah pada Sesi I perdagangan Kamis (8/10) di saat IHSG terperosok 0,8 persen ke level 6.097. Nilai transaksi di BEI pada paruh pertama perdagangan hari ini tercatat Rp6,98 triliun dan volume transaksi sebanyak 40,87 miliar saham. Dengan posisi IHSG yang bertengger di level 6.097, maka saat ini market cap di BEI menjadi Rp10.729,81 triliun. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

1 thought on “IDXTECHNO Anjlok 1,82%, GOTO Tertekan Saat IHSG Melemah 0,8% ke 6.097”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *