IDXINDUST Pimpin Kinerja Sektoral Sepekan, ASII dan UNTR Kompak Dorong IHSG Melonjak 1,81%

RollingStock.ID – Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) memimpin kinerja indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang sepekan hingga penutupan perdagangan Jumat (4/9), dengan kenaikan 4,78 persen. Penguatan ini berlangsung seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melonjak 1,81 persen dalam sepekan ke level 6.636.
Berdasarkan data BEI, IDXINDUST selama sepekan terakhir melambung 4,78 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan Jumat (29/8). Kinerja indeks perindustrian ini ditopang dua saham dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor tersebut. Pada periode yang sama, IHSG ditutup pada level 6.636 (4/9) atau menguat signifikan 1,81 persen dari level 6.518 pada penutupan perdagangan Jumat (29/8).
ASII sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di IDXINDUST senilai Rp198 triliun, harga sahamnya dalam sepekan terakhir menguat 2,08 persen ke level 4.900. Sementara itu anak usaha ASII, yakni UNTR sebagai pemilik market cap terbesar kedua di sektor ini senilai Rp93 triliun, harga sahamnya melejit 3,96 persen selama sepekan ke level 24.950.
Setelah IDXINDUST, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) mencatatkan kenaikan 3,77 persen sepanjang sepekan. BBCA sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp817 triliun, selama sepekan terakhir harga sahamnya menguat 3,47 persen ke level 6.700. BBRI yang memiliki market cap terbesar kedua di IDXFINANCE senilai Rp508 triliun, harga sahamnya melesat 6,27 persen ke level 3.390.
Selanjutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) tercatat menguat 3,69 persen selama sepekan. BYAN sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp460 triliun, harga sahamnya justru tercatat melemah 5,32 persen ke level 13.800. Sebaliknya, DSSA sebagai pemilik market cap terbesar kedua di IDXENERGY senilai Rp227 triliun, selama sepekan terakhir mengalami kenaikan harga saham sebesar 3,06 persen ke level 1.180.
Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) berada pada posisi berikutnya dengan kenaikan 3,45 persen sepanjang sepekan. GIAA sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp27,2 triliun, harga sahamnya menguat 3,08 persen ke level 67. Lalu TMAS dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di IDXTRANS senilai Rp8,21 triliun, selama sepekan terakhir membukukan peningkatan harga saham sebesar 2,86 persen ke level 144.
Kemudian, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) mencatatkan penguatan 3,33 persen dalam sepekan terakhir. DCII sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp479 triliun, harga sahamnya terpantau melemah 1,01 persen ke level 201.200. Namun, BELI sebagai konstituen IDXTECHNO dengan market cap senilai Rp47,7 triliun, harga sahamnya dalam sepekan melonjak 33,85 persen ke level 348.
Selama sepekan terakhir, indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) menguat 2,7 persen. VKTR dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp37,8 triliun, harga sahamnya tercatat melemah 10,36 persen ke level 865. Sebaliknya, MGLV sebagai anggota IDXCYCLIC dengan kapitalisasi pasar Rp23,3 triliun, harga sahamnya menguat 1,45 persen ke level 12.275.
Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menguat 1,93 persen dalam sepekan. PANI sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp109 triliun, harga sahamnya meningkat 1,69 persen ke level 6.025. Sementara itu, CBDK yang memiliki market cap terbesar kedua di IDXPROPERT senilai Rp22,9 triliun, mencatat kenaikan harga saham dalam sepekan sebesar 6,58 persen ke level 4.050.
Berikutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menguat 1,1 persen sepanjang sepekan terakhir. ICBP dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini mencapai Rp84,8 triliun, harga sahamnya tercatat melorot 8,49 persen ke level 7.275. Namun, CPIN sebagai konstituen IDXNOCYC dengan market cap senilai Rp52,6 triliun, harga sahamnya selama sepekan tercatat melejit 4,9 persen ke level 3.210.
Pada sisi lain, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) selama sepekan terakhir mengalami penurunan 0,54 persen. BREN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp449 triliun, posisi sahamnya dalam sepekan stagnan di level 3.360. TLKM yang memiliki market cap terbesar kedua di IDXINFRA senilai Rp258 triliun, harga sahamnya dalam sepekan meningkat 1,56 persen ke level 2.610. Sementara itu, MORA dengan market cap terbesar ketiga di indeks sektor infrastruktur senilai Rp257 triliun, harga sahamnya merosot 3,57 persen ke level 5.400.
Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) mencatatkan penurunan 1,7 persen sepanjang sepekan. AMMN sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di IDXBASIC senilai Rp318 triliun, harga sahamnya melemah 0,45 persen ke level 4.390. Tetapi, TPIA dengan market cap terbesar kedua senilai Rp172 triliun, harga sahamnya mampu menguat 1,53 persen ke level 1.995. Sementara itu, BRPT dengan market cap terbesar ketiga di IDXBASIC senilai Rp167 triliun, selama sepekan terakhir harga sahamnya merosot 2,19 persen ke level 1.790.
Adapun indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menjadi indeks sektoral dengan kinerja terlemah dalam sepekan, setelah menurun 1,99 persen. SRAJ sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp162 triliun, harga sahamnya anjlok 7,64 persen ke level 13.300. Lalu, KLBF yang merupakan emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXHEALTH senilai Rp36,2 triliun, dalam sepekan terakhir mengalami penurunan harga saham hingga 3,13 persen ke level 775. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
1 thought on “IDXINDUST Pimpin Kinerja Sektoral Sepekan, ASII dan UNTR Kompak Dorong IHSG Melonjak 1,81%”