Emiten Data Center Milik Mantan Bos GOTO Rencanakan Rights Issue Rp2,4 Triliun

RollingStock.ID – PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) yang dahulu bernama PT Panca Anugrah Wisesa Tbk berencana menghimpun dana investor mencapai Rp2,4 triliun melalui aksi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PM-HMETD I). Dana ini akan diprioritaskan untuk mengambil alih piutang PT Nextier Datamate Center (NDC) kepada PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAI Center (NGC).
Berdasarkan keterangan resmi MGLV yang dikutip Sabtu (5/9/2026), MGLV akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 285.732.512 saham baru bernilai nominal Rp20 per saham atau setara maksimal 15 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Namun, sejauh ini manajemen MGLV belum menetapkan harga pelaksanaan dari rencana rights issue tersebut.
Apabila mengacu pada proforma yang digunakan MGLV dalam keterangan resminya, harga pelaksanaan diasumsikan sebesar Rp8.400 per saham. Dengan jumlah maksimum saham baru tersebut, maka dana yang akan diraih perseroan mencapai Rp2,4 triliun, setelah memperhitungkan asumsi harga pelaksanaan yang digunakan dalam penyusunan proforma.
Manajemen MGLV menjelaskan, jika seluruh pemegang saham melaksanakan HMETD yang dimilikinya, dana hasil aksi korporasi setelah dikurangi biaya-biaya PM-HMETD I akan digunakan untuk dua keperluan utama. Pertama, untuk pembayaran pengambilalihan atas piutang NDC kepada NAC dan NDC kepada NGC.
Kedua, dana hasil rights issue ini akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja MGLV maupun perusahaan anak, belanja modal (capex) perseroan maupun perusahaan anak, pengembangan yang dibutuhkan MGLV dan pembayaran utang usaha untuk kegiatan usaha data center.
Jika hanya pemegang saham pengendali yang melaksanakan haknya, penggunaan dana akan disesuaikan berdasarkan prioritas. Prioritas pertama tetap untuk pembayaran pengambilalihan piutang NDC kepada NAC dan NDC kepada NGC. Selanjutnya, sisa dana setelah dikurangi pembayaran utang perseroan kepada NDC akan digunakan untuk modal kerja, belanja modal, pengembangan MGLV dan pembayaran utang usaha untuk kegiatan data center.
Manajemen MGLV menyampaikan, pihaknya berhak melakukan penyesuaian terhadap rencana penggunaan dana dalam prospektus dengan mempertimbangkan kondisi dan faktor lain yang dianggap layak, dengan tetap memperhatikan garis besar rencana penggunaan dana tersebut.
Pada aksi korporasi ini, saham baru akan diterbitkan dari saham portepel dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Manajemen MGLV juga memastikan bahwa struktur permodalan setelah PM-HMETD tetap memenuhi ketentuan BEI mengenai batas minimum saham free float.
Berdasarkan proforma dengan asumsi seluruh pemegang saham mengambil porsi saham barunya, maka jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh akan meningkat dari 1,904 miliar saham menjadi 2,19 miliar saham. Kepemilikan PT Nextier Datamate Center akan meningkat menjadi 1,622 miliar saham, tetapi persentase kepemilikannya tetap 74,06 persen.
Sementara itu, kepemilikan masyarakat alias investor publik akan meningkat dari 494,17 juta saham menjadi 568,3 juta saham dengan persentase tetap 25,94 persen. Namun, pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD dan tidak mengambil porsinya atas saham baru berpotensi mengalami dilusi maksimum 13,04 persen.
Lebih lanjut manajemen MGLV menegaskan, PM-HMETD I akan berdampak positif terhadap kondisi keuangan konsolidasian melalui peningkatan aset dan ekuitas. Aksi korporasi ini ditujukan untuk mengembangkan bisnis guna mendukung pertumbuhan pendapatan, profitabilitas dan prospek usaha perseroan, serta memperkuat struktur permodalan untuk menjalankan kegiatan usaha dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Manajemen juga mengungkapkan bahwa mantan Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Sugito Walujo alias Patrick Walujo merupakan pemilik manfaat akhir (UBO) dari MGLV. Selain Patrick Walujo, UBO dari MGLV lainnya adalah Glenn T Sugita dan Suriyanto. Ketiganya sebagai suatu kelompok yang terorganisasi, karena pengendalian atas perseroan dilakukan melalui satu entitas yang sama, yakni NDC.
Sekadar infromasi, pelaksanaan rights issue MGLV harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diagendekan berlangsung pada 7 September 2026. Realisasi aksi korporasi ini juga harus mendapatkan restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan menargetkan, jangka waktu antara persetujuan RUPS hingga efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
3 thoughts on “Emiten Data Center Milik Mantan Bos GOTO Rencanakan Rights Issue Rp2,4 Triliun”