Selain Kantongi Pinjaman BBNI Rp10,75 Triliun, Dua Anak Usaha Juga Raih Modal dari MGLV

Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Dua anak usaha PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV), yakni PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC) memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) senilai maksimal gabungan Rp10,75 triliun. Pada sisi lain, MGLV juga menambah modal untuk kedua anak usaha tersebut dengan total Rp98 miliar.

Berdasarkan keterangan resmi MGLV yang diterbitkan Rabu (23/9), NAC memperoleh fasilitas pinjaman dari BNI dengan nilai maksimal Rp4,12 triliun, sedangkan NGC mendapatkan fasilitas utang maksimal Rp6,63 triliun. Dengan demikian, total nilai maksimal fasilitas pinjaman untuk kedua anak usaha MGLV dari BBNI mencapai Rp10,75 triliun.

Perjanjian fasilitas pinjaman itu ditandatangani pada 21 September 2026. Fasilitas untuk NAC bertenor enam tahun dan bisa diperpanjang sebanyak dua kali, masing-masing selama satu tahun. Adapun fasilitas untuk NGC memiliki jangka waktu hingga tujuh tahun dan dapat diperpanjang satu kali selama satu tahun.

Kedua fasilitas utang tersebut dikenakan bunga Compounded IndONIA 90 hari ditambah 1,9 persen. Dalam transaksi ini, MGLV memberikan corporate guarantee kepada BBNI untuk menjamin kewajiban NAC dan NGC berdasarkan masing-masing fasilitas pinjaman.

Untuk NAC, fasilitas pinjaman itu akan digunakan untuk membiayai sebagian biaya pengambilalihan data center di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi. Dana ini juga akan dimanfaatkan untuk sebagian biaya proyek, termasuk belanja modal (capex) untuk menambah kapasitas JababekaDC sebesar 36 MW sehingga kapasitasnya menjadi 42 MW, serta sebagian bunga selama masa konstruksi.

Sementara itu, fasilitas pinjaman NGC akan digunakan untuk membiayai sebagian pembangunan BatangDC hingga kapasitas 60 MW, biaya dan pengeluaran terkait fasilitas pinjaman, serta sebagian bunga selama masa konstruksi. Jika dihitung berdasarkan kapasitas, JababekaDC dan BatangDC memiliki kapasitas hingga 102 MW setelah proyek-proyek tersebut mencapai target kapasitas.

Pada sisi lain, MGLV juga melakukan penambahan modal kepada kedua anak usahanya. MGLV mengambil bagian atas 49.000 saham baru NAC dengan nilai Rp49 miliar berdasarkan Akta No. 155 tanggal 17 September 2026. Pada tanggal yang sama, MGLV juga mengambil bagian atas 49.000 saham baru NGC senilai Rp49 miliar berdasarkan Akta No. 156.

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan MGLV pada masing-masing NAC dan NGC meningkat dari 99,9 persen menjadi 99,99 persen. Modal ditempatkan dan disetor penuh masing-masing perusahaan juga meningkat menjadi Rp50 miliar.
Manajemen MGLV menjelaskan, penambahan modal ini untuk mendukung pengembangan dan peningkatan skala usaha anak perusahaan, termasuk memenuhi persyaratan administrasi dan perizinan. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *