Pabrik BYD Beroperasi, Subang Smartpolitan Jadi Katalis Utama Pertumbuhan SSIA

ssia
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menempatkan Subang Smartpolitan sebagai katalis utama perseroan, sedangkan perkembangan industri kendaraan energi baru (NEV) menjadi salah satu katalis masa depan SSIA. Hal ini mendapat momentum setelah fasilitas manufaktur BYD di kawasan Subang Smartpolitan resmi beroperasi pada 3 September 2026.

Berdasarkan keterangan resmi SSIA yang dikutip Senin (7/9), manajemen perseroan menegaskan bahwa Subang Smartpolitan sebagai katalis utama dan kendaraan listrik (EV) dipandang sebagai katalis pertumbuhan SSIA ke depan. Perseroan juga menargetkan peningkatan pendapatan berulang (recurring income) dalam jangka panjang melalui pengembangan infrastruktur dan layanan pendukung di Subang Smartpolitan.

Subang Smartpolitan merupakan proyek terbesar SSIA dengan total izin lokasi mencapai 2.717 hektare. Kawasan ini dikembangkan dalam enam fase, yakni fase pertama dimulai pada Kuartal IV-2020 yang mencakup area komersial, industri, residensial, leisure, pendidikan, serta infrastruktur dan fasilitas pendukung.

Manajemen SSIA menyampaikan, perkembangan kawasan tersebut juga ditopang pembangunan infrastruktur, tercermin dari akses tol sementara KM 87+950 Cipali yang menghubungkan langsung Jalan Tol Cipali dengan Subang Smartpolitan di Cipeundeuy, Subang, yang mulai beroperasi pada 21 Agustus 2026.

Selain itu, Jalan Tol Akses Patimban yang terhubung dengan kawasan tersebut ditargetkan beroperasi pada Semester I-2027. Lebih lanjut manajemen perseroan menyebutkan, Interchange Cipeundeuy pada proyek tersebut akan memberikan konektivitas langsung ke Subang Smartpolitan.

Mengacu pada accounting sales SSIA, penjualan lahan di Subang Smartpolitan mencapai 52,1 hektare pada Semester I-2026, dibandingkan nihil pada periode yang sama setahun sebelumnya. Total nilai accounting sales penjualan lahan perseroan mencapai Rp1,08 triliun atau melambung dari Rp167 miliar pada Semester I-2025.

Kinerja tersebut turut mendorong pendapatan segmen properti SSIA menjadi Rp1,28 triliun di paruh pertama tahun ini, dibandingkan senilai Rp339 miliar pada periode yang sama di 2025. Secara konsolidasian, pendapatan SSIA mencapai Rp3,354 triliun atau meningkat dari Rp2,12 triliun, sedangkan EBITDA melesat menjadi Rp693 miliar dari Rp106 miliar. Pada Semester I-2026, SSIA membukukan laba bersih Rp263 miliar alias berbalik positif dibandingkan Semester I-2025 yang menderita rugi bersih Rp32 miliar.

Di tengah perkembangan tersebut, BYD meresmikan fasilitas manufaktur kendaraan energi baru pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Subang Smartpolitan pada 3 September 2026. Manajemen BYD menyampaikan bahwa fasilitas tersebut menandai babak baru perjalanan lokalisasi perusahaan di Indonesia, serta penguatan keterlibatannya dalam ekosistem industri kendaraan energi baru domestik.

Fasilitas tersebut berdiri di atas lahan sekitar 126 hektare dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 kendaraan per tahun. Manajemen BYD mengungkapkan, pengembangan ekosistem kendaraan energi baru tidak hanya mencakup manufaktur kendaraan, tetapi juga teknologi baterai dan berbagai bisnis penunjang, seperti logistik, yard, pusat suku cadang dan pengembangan tenaga kerja.

Menurut Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao, kehadiran fasilitas manufaktur di Subang merupakan langkah untuk membangun kapabilitas bersama, membuka peluang bagi tenaga kerja lokal, serta memperkuat keterlibatan industri Indonesia dalam ekosistem kendaraan energi baru. BYD juga sedang mempersiapkan pengembangan kapabilitas manufaktur di Indonesia, termasuk fasilitas baterai dan berbagai elemen pendukung ekosistem kendaraan energi baru. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

1 thought on “Pabrik BYD Beroperasi, Subang Smartpolitan Jadi Katalis Utama Pertumbuhan SSIA”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *