SSIA Bidik GMV Travelio Tembus Rp800 Miliar di Sepanjang 2026, Semester I Capai Rp380,95 Miliar

RollingStock.ID – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menargetkan Company Gross Merchandise Value (GMV) Travelio.com mencapai Rp800,08 miliar pada Tahun Buku 2026 . Travelio merupakan bisnis yang berada di bawah PT Horizon Internusa Persada dan menjadi bagian dari segmen hospitality SSIA, bersama bisnis pengembangan maupun pengelolaan hotel dan resort.
Berdasarkan keterangan resmi SSIA yang dipublikasikan Rabu, 2 September 2026, selama enam bulan pertama tahun ini nilai Company GMV Travelio mencapai Rp380,951 miliar. Realisasi ini setara 47,6 persen dari target di sepanjang 2026 yang sebesar Rp800,08 miliar.
Selain mencatat GMV Rp380,951 miliar pada Semester I-2026, Travelio memiliki 16.241 unit apartemen aktif bersih (net live units) pada periode tersebut. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 16.852 unit untuk sepanjang 2026 atau atau bertambah 611 unit dari posisi Semester I-2026.
Travelio juga mencatat tambahan net live units sebanyak 833 apartemen secara tahunan pada Semester I-2026. Untuk enam bulan berikutnya, target pertumbuhan net live units ditetapkan sebesar 10 persen secara tahunan. Pada 1H26, Travelio mencatat 27.788 apartment mid-long-term bookings dengan total 1.710.225 apartment mid-long-term room nights sold.
Bisnis Travelio berada dalam segmen hospitality SSIA, yang menurpakan salah satu bisnis utama perseroan dengan kegiatan pengembangan dan pengelolaan hotel dan resort. Travelio.com tercantum sebagai bagian dari PT Horizon Internusa Persada dalam struktur usaha SSIA.
Di luar Travelio, bisnis hospitality SSIA mencakup tiga hotel bintang lima dengan total 898 kamar, yakni Paradisus by Meliá Bali, Gran Meliá Jakarta dan Umana Bali. Manajemen SSIA menyampaikan bahwa perseroan juga memiliki tujuh hotel bintang tiga BATIQA dengan total 859 kamar.
Pendapatan SSIA pada segmen hospitality di Semester I-2026 tercatat Rp471 miliar atau melonjak 113,3 persen dibandingkan dengan Semester I-2025 yang senilai Rp221 miliar. Pada periode yang sama, pendapatan properti mencapai Rp1,27 triliun, sedangkan konstruksi sebesar Rp1,7 triliun.
Secara konsolidasi, SSIA membukukan pendapatan Rp3,35 triliun pada Semester I-2026 alias melambung 58,4 persen dibandingkan Rp2,117 triliun pada Semester I-2025. Laba bruto di 1H26 tercatat melonjak 145,9 persen (y-o-y) menjadi Rp1,086 triliun. EBITDA di 1H26 melesat 553,2 persen (y-o-y) menjadi Rp693 miliar, sedangkan laba bersih tercatat Rp263 miliar atau berbalik rugi bersih di 1H25 sebesar Rp32 miliar.
Pada sisi kontribusi pendapatan, properti menyumbang 37 persen, konstruksi sebesar 49 persen dan hospitality berkontribusi 14 persen di periode Januari-Juni 2026. Sekadar indormasi, pada periode Januari-Juni 2025, kontribusi masing-masing segmen tersebut sebesar 15 persen, 75 persen dan 10 persen. Sementara itu, terhadap EBITDA 1H26 yang sebesarRp693 miliar, segmen propert menyumbang 75 persen, konstruksi 19 persen dan hospitality 6 persen.
Untuk segmen properti, SSIA mencatat accounting sales sebesar Rp1,08 triliun pada Semester I-2026 atau meningkat dari Rp167 miliar pada Semester I-2025. Accounting sales tersebut berasal dari penjualan lahan di Suryacipta Karawang seluas 12 hektare, Subang Smartpolitan mencapai 52,1 hektare dan lokasi lainnya seluas 0,7 hektare.
Subang Smartpolitan merupakan proyek terbesar SSIA dengan total area seluas 2.717 hektare yang dikembangkan dalam enam fase. Pengembangan fase pertama dimulai pada Kuartal IV-2020, sedangkan pengembangan jalan tol menuju Pelabuhan Patimban dimulai pada Kuartal IV-2023 dengan target exit toll pada Semester I-2027.
Pada 21 Agustus 2026, akses tol sementara KM 87+950 Tol Cipali yang menghubungkan langsung Tol Cipali dengan Subang Smartpolitan di Cipeundeuy Subang, mulai beroperasi. Manajemen SSIA menyebutkan, akses tersebut ditujukan untuk menyediakan akses logistik yang lebih efisien, mempercepat pengembangan kawasan industri, meningkatkan layanan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, pada segmen konstruksi melalui PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), kontrak baru yang diperoleh pada Semester I-2026 mencapai Rp1,37 triliun, dibandingkan Rp1,43 triliun pada Semester I-2025. Kontrak yang masih dalam pengerjaan hingga akhir Semester I-2026 tercatat sebesar Rp2,48 triliun.
Adapun sejumlah proyek yang diperoleh NRCA pada Semester I-2026 meliputi Pou Chen Factory Pekalongan, Lampung City Mall Phase 2, New Malio Hotel Hayam Wuruk Jakarta, Saint Carolus Hospital Gading Serpong, Little Sun School Surabaya, Grha Baramulti Jakarta, Blue Coral Resort Gili Trawangan North Lombok, serta Oakwood Jimbaran Villas & Residences Bali. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
1 thought on “SSIA Bidik GMV Travelio Tembus Rp800 Miliar di Sepanjang 2026, Semester I Capai Rp380,95 Miliar”