UNTR Dibayangi Utang Jatuh Tempo Rp14,14 Triliun, Buyback Rp2 Triliun Berlanjut

RollingStock.ID – PT United Tractors Tbk (UNTR) menghadapi pinjaman bank jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan sebesar Rp14,14 triliun per 30 Juni 2026, namun perseroan mengaku akan tetap melanjutkan program pembelian kembali (buyback) saham sebesar Rp2 triliun untuk periode Oktober-Desember 2026.
Mengutip surat tanggapan UNTR atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 8 Oktober 2026, manajemen United Tractors mengaku bahwa perseroan akan menggunakan kombinasi sumber dana internal dan eksternal melalui fasilitas pinjaman kreditur untuk memenuhi pinjaman bank yang jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan, termasuk melalui refinancing (pembiayaan kembali).
Manajemen UNTR berharap, perbaikan kondisi bisnis pada Semester II-2026 dapat mendukung arus kas yang lebih baik hingga akhir tahun ini. Rencana pendanaan UNTR tersebut disampaikan setelah posisi kas dan setara kas perseroan per 30 Juni 2026 tercatat anjlok 29,8 persen menjadi Rp18,65 triliun dari Rp26,57 triliun pada 31 Desember 2025.
Pada periode yang sama, arus kas bersih dari aktivitas operasi di Semester I-2026 yang dicatatkan UNTR tercatat ambles 79,1 persen menjadi Rp2,38 triliun dari Rp11,36 triliun pada Semester I-2025. Manajemen UNTR menjelaskan, penurunan arus kas operasi terutama disebabkan oleh penurunan penerimaan kas dari pelanggan yang lebih besar dibandingkan penurunan pembayaran kepada pemasok.
Sementara itu, total pinjaman bank yang dicatatkan UNTR meningkat 53,5 persen menjadi Rp25,02 triliun per 30 Juni 2026, dibandingkan Rp16,3 triliun pada 31 Desember 2025. Dari jumlah ini, pinjaman bank yang jatuh tempo dalam satu tahun per akhir Semester I-2026 mencapai Rp14,14 triliun alias membengkak dari Rp9,68 triliun pada akhir 2025.
Di tengah rencana pembayaran pinjaman, manajemen UNTR menegaskan bahwa perseroan tetap melanjutkan pelaksanaan buyback saham dengan anggaran maksimum Rp2 triliun untuk periode 1 Oktober-31 Desember 2026, yang dananya bersumber dari kas internal.
Pada periode 1 Juli-30 September 2026, UNTR sudah merealisasikan buyback sebanyak 57.974.100 saham senilai Rp1,42 triliun atau setara 71,2 persen dari anggaran maksimum Rp2 triliun. Harga rata-rata pembelian kembali saham pada periode tersebut senilai Rp24.556 per saham.
Sebelumnya, selama kurun 1 Januari-30 Juni 2026, United Tractors membeli kembali 79.635.500 saham senilai Rp2,22 triliun, dengan harga rata-rata senilai Rp27.800 per saham.
Apabila seluruh anggaran buyback untuk periode Oktober-Desember 2026 sudah terserap, maka akumulasi nilai pembelian kembali saham UNTR sepanjang 2026 bisa mencapai Rp5,6 triliun. Berdasarkan perhitungan BEI dalam surat permintaan penjelasan, jumlah saham tresuri berpotensi mencapai sekitar 10,1 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Lebih lanjut manajemen UNTR menyebutkan, program buyback saham ini bertujuan meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan sekaligus mencerminkan keyakinan terhadap fundamental perseroan. Selain itu, pelaksanaan buyback dinilai tidak memengaruhi kemampuan memenuhi kewajiban pinjaman. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
1 thought on “UNTR Dibayangi Utang Jatuh Tempo Rp14,14 Triliun, Buyback Rp2 Triliun Berlanjut”